Warta Pos Metro

October 2026

Archive page for October 2026 by Warta Pos Metro
  • Posted on

    Gambar artikel

    PAREPARE — Polres Parepare meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Nusantara untuk mengantisipasi masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya melalui jalur laut. Pemeriksaan dilakukan terhadap barang bawaan penumpang yang turun dari kapal dengan melibatkan instansi terkait, termasuk Bea Cukai, Jumat (9/10/2026).

    Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan wilayah Kota Parepare, terutama di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk dan keluar penumpang dari berbagai daerah.

    Pemeriksaan dilaksanakan secara rutin setiap kapal tiba di dermaga Pelabuhan Nusantara. Petugas memeriksa barang bawaan penumpang sekaligus mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kemungkinan adanya peredaran narkoba maupun barang terlarang lainnya.

    Iptu Suardi mengatakan, pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan Bea Cukai untuk mengantisipasi masuknya barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Ini kami laksanakan secara rutin bersama teman-teman dari Bea Cukai. Untuk mengantisipasi narkoba atau barang terlarang lainnya, kami melakukan pengecekan dan memeriksa barang bawaan penumpang kapal,” ujar Suardi.

    Selain pemeriksaan langsung, petugas juga menggali informasi dari sejumlah pihak terkait guna mendeteksi kemungkinan masuknya barang terlarang ke wilayah Parepare.

    Menurut Suardi, hingga saat ini pihaknya belum menemukan narkoba maupun barang berbahaya lainnya dalam kegiatan pengawasan tersebut.

    Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah pencegahan. Upaya ini dinilai penting agar jalur transportasi laut tidak dimanfaatkan untuk memasukkan barang-barang terlarang ke Kota Parepare.

    Polres Parepare Ajak Masyarakat Aktif Melapor

    Polres Parepare juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian menjaga keamanan di kawasan pelabuhan. Informasi dari warga maupun pihak yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan dinilai dapat membantu petugas mengidentifikasi potensi pelanggaran.

    Suardi meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila melihat aktivitas atau menemukan barang yang mencurigakan.

    “Kita bersama-sama menjaga keamanan di pelabuhan. Jangan takut memberikan informasi kepada kita jika menemukan sesuatu yang mencurigakan dari penumpang,” tegasnya.

    Imbauan tersebut ditujukan untuk membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan peredaran narkoba di Parepare.

    Tidak hanya penumpang, tenaga kerja bongkar muat juga mendapat perhatian. Mereka diimbau tidak mengonsumsi minuman keras saat bekerja karena dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran aktivitas di pelabuhan.

    Melalui pemeriksaan rutin, koordinasi lintas instansi, serta dukungan informasi dari masyarakat, Polres Parepare berupaya menjaga Pelabuhan Nusantara tetap aman dan mencegah masuknya barang terlarang melalui jalur laut. (*)

  • Posted on

    Gambar artikel

    PAREPARE – Polres Parepare melalui Satuan Samapta mengintensifkan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) untuk mengantisipasi balapan liar serta mencegah tindak kriminalitas dan kejahatan jalanan di wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).

    Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama pengguna jalan yang beraktivitas di sejumlah ruas jalan di Kota Parepare.

    Kasat Samapta Polres Parepare, AKP Muhammad Habir, mengatakan patroli dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai arahan pimpinan.

    “Menindaklanjuti perintah Kapolres, kami melaksanakan patroli untuk mengantisipasi tindak kriminalitas maupun kejahatan jalanan lainnya,” kata Muhammad Habir.

    Menurut dia, patroli menjadi salah satu langkah pencegahan yang dilakukan kepolisian untuk menekan potensi gangguan keamanan, termasuk aktivitas balapan liar yang melibatkan kalangan remaja.

    Polres Parepare juga mengombinasikan patroli dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dari rumah ke rumah (door to door), penyampaian imbauan kepada warga, serta patroli gabungan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat berkumpulnya pelaku balapan liar.

    Selain itu, Polres Parepare membentuk Tim Senggol Presisi untuk menyasar berbagai titik yang kerap digunakan sebagai arena balapan liar.

    “Selain patroli, ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk menekan kejahatan jalanan, termasuk balapan liar. Di antaranya sosialisasi secara door to door, sosialisasi kepada masyarakat, patroli gabungan, hingga pembentukan Tim Senggol Presisi yang menyasar lokasi-lokasi rawan balapan liar,” ujarnya.

    Balapan Liar Berisiko Picu Kecelakaan

    Muhammad Habir menilai balapan liar tidak hanya mengganggu ketenangan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

    Aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya tabrakan, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di jalan umum yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

    Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan jalan raya sebagai arena untuk mengadu kecepatan. Menurutnya, keselamatan diri sendiri dan orang lain harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan aktivitas di jalan.

    “Kepada generasi muda, khususnya, jangan meniru kegiatan yang tidak bermanfaat. Masa depan kalian masih panjang. Cintai diri kalian,” pesan Muhammad Habir.

    Polisi Ajak Masyarakat Berperan Aktif

    Upaya menjaga kamtibmas, lanjutnya, tidak hanya bergantung pada kegiatan kepolisian. Peran masyarakat juga diperlukan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan, termasuk aktivitas balapan liar yang berpotensi merugikan banyak pihak.

    Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan masing-masing serta menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban atau membahayakan keselamatan pengguna jalan.

    Melalui patroli dan pendekatan langsung kepada warga, Polres Parepare berupaya memperkuat pencegahan gangguan kamtibmas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

    Kehadiran personel kepolisian di titik-titik rawan juga diharapkan dapat mencegah munculnya kesempatan bagi pelaku kejahatan jalanan serta menekan aktivitas balapan liar.

    Polres Parepare mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    Dengan dukungan masyarakat dan langkah pencegahan yang berkelanjutan, situasi keamanan dan ketertiban di Kota Parepare diharapkan tetap terjaga sehingga warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. (*)

  • Posted on

    PAREPARE – Polres Parepare mendorong penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan melalui pembekalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bagi peserta pelatihan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Jumat (9/10/2026).

    Langkah ini menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan, terutama melalui koordinasi antara Satlinmas, pemerintah kelurahan, kepolisian, dan unsur TNI di wilayah setempat.

    Pembekalan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Cappa Galung, Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H. , bersama Ps. Kanit Bintibsos Satbinmas Aipda Mustarif K., S.H., memberikan materi pemahaman mengenai kamtibmas menjadi bekal untuk mendukung perlindungan masyarakat dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Peran tersebut perlu dijalankan melalui komunikasi yang baik serta koordinasi dengan aparat berwenang.

    Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat agar upaya pemeliharaan kamtibmas dapat berjalan secara optimal.

    “Menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh unsur masyarakat, termasuk Satlinmas, agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi melalui koordinasi yang baik,” ujar Anwar.

    Kerja sama tersebut penting karena masyarakat memiliki kedekatan dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Informasi mengenai persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat disampaikan kepada aparat terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

    Meski demikian, keterlibatan Satlinmas tetap perlu memperhatikan batas tugasnya. Penanganan persoalan yang membutuhkan tindakan kepolisian harus dikoordinasikan dengan petugas berwenang, sehingga upaya menjaga keamanan tidak justru menimbulkan persoalan baru.

    Keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan setelah gangguan terjadi. Kewaspadaan, komunikasi ant warga, dan penyampaian informasi sejak dini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.

    Dalam konteks itu, Satlinmas dapat mendukung terciptanya lingkungan yang tertib melalui pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat sesuai ketentuan. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa juga diperlukan agar persoalan di wilayah setempat dapat ditangani melalui jalur yang tepat.

    Bagi Polres Parepare, pembekalan melalui Satuan Binmas menjadi salah satu cara membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

    Namun, dampak pembekalan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan. Pemahaman peserta, penerapan pengetahuan dalam tugas sehari-hari, dan keberlanjutan koordinasi di tingkat kelurahan menjadi aspek penting untuk mendukung hasil yang nyata.

    Kegiatan di Kelurahan Cappa Galung tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, Babinsa, dan masyarakat. Berdasarkan laporan kegiatan, acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.

    Ke depan, konsistensi kerja sama antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan di Kota Parepare. (*)

  • Posted on

    PAREPARE – Polres Parepare mendorong penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan melalui pembekalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bagi peserta pelatihan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Jumat (9/10/2026).

    Langkah ini menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan, terutama melalui koordinasi antara Satlinmas, pemerintah kelurahan, kepolisian, dan unsur TNI di wilayah setempat.

    Pembekalan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Cappa Galung, Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H. , bersama Ps. Kanit Bintibsos Satbinmas Aipda Mustarif K., S.H., memberikan materi pemahaman mengenai kamtibmas menjadi bekal untuk mendukung perlindungan masyarakat dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Peran tersebut perlu dijalankan melalui komunikasi yang baik serta koordinasi dengan aparat berwenang.

    Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat agar upaya pemeliharaan kamtibmas dapat berjalan secara optimal.

    “Menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh unsur masyarakat, termasuk Satlinmas, agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi melalui koordinasi yang baik,” ujar Anwar.

    Kerja sama tersebut penting karena masyarakat memiliki kedekatan dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Informasi mengenai persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat disampaikan kepada aparat terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

    Meski demikian, keterlibatan Satlinmas tetap perlu memperhatikan batas tugasnya. Penanganan persoalan yang membutuhkan tindakan kepolisian harus dikoordinasikan dengan petugas berwenang, sehingga upaya menjaga keamanan tidak justru menimbulkan persoalan baru.

    Keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan setelah gangguan terjadi. Kewaspadaan, komunikasi ant warga, dan penyampaian informasi sejak dini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.

    Dalam konteks itu, Satlinmas dapat mendukung terciptanya lingkungan yang tertib melalui pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat sesuai ketentuan. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa juga diperlukan agar persoalan di wilayah setempat dapat ditangani melalui jalur yang tepat.

    Bagi Polres Parepare, pembekalan melalui Satuan Binmas menjadi salah satu cara membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

    Namun, dampak pembekalan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan. Pemahaman peserta, penerapan pengetahuan dalam tugas sehari-hari, dan keberlanjutan koordinasi di tingkat kelurahan menjadi aspek penting untuk mendukung hasil yang nyata.

    Kegiatan di Kelurahan Cappa Galung tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, Babinsa, dan masyarakat. Berdasarkan laporan kegiatan, acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.

    Ke depan, konsistensi kerja sama antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan di Kota Parepare. (*)